Peringatan Hari Kartini 2026 Lauw Siegvrida Tekankan Perempuan Harus Berdaya dan Berperan Strategis

Foto Dokumentasi: Anggota Dewan Fraksi PDIP Ibu Lauw Siegvrieda

FORWAT’S.COM, Jakarta, 21 April 2026 - Momentum peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai pengingat penting atas perjuangan emansipasi perempuan yang terus relevan hingga saat ini. Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Lauw Siegvrida, menegaskan bahwa perempuan Indonesia harus terus didorong untuk tampil sebagai aktor utama dalam pembangunan.

Menurutnya, semangat yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini tidak boleh berhenti pada simbolik peringatan tahunan, melainkan harus diaktualisasikan dalam kebijakan publik yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.

“Peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya, mandiri, dan memiliki akses yang setara di berbagai sektor kehidupan,” ujar Lauw Siegvrida di Jakarta, Senin (21/4/2026).

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 9, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi perempuan, mulai dari perlindungan hukum, akses terhadap pendidikan dan ekonomi, hingga persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Lauw Siegvrida dikenal luas sebagai sosok legislator yang merakyat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadirannya di tengah warga kerap menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.

Ia menegaskan bahwa peran negara, termasuk lembaga legislatif daerah, sangat krusial dalam memastikan lahirnya regulasi serta program yang konkret dan tepat sasaran.

“Negara harus hadir secara nyata. Tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perempuan, khususnya di wilayah Jakarta Barat dan Dapil 9, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil peran dalam ruang-ruang strategis, baik di tingkat keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.

Peringatan Hari Kartini 2026 diharapkan tidak hanya menjadi refleksi historis, tetapi juga menjadi titik tolak dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di ibu kota.

(Redaksi)