![]() |
| Foto Dokumentasi : Lurah Tanah sereal Pada saat pembukaan Apel Kegiatan Kerja Bakti Masal |
Jakarta Barat – Di tengah berbagai tantangan perkotaan seperti persoalan kebersihan, drainase, dan kepadatan permukiman, warga RW 08 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, menunjukkan bahwa solusi nyata justru lahir dari kekuatan kolektif masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan Kerja Bakti Massal Terpadu yang digelar pada Minggu pagi, 12 April 2026, di lingkungan RW 08.
Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin, melainkan representasi konkret dari sinergi antara pemerintah tingkat kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan partisipasi aktif warga dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Lurah Tanah Sereal, Bapak Tubagus Masarul Iman beserta jajaran, serta Ketua LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) Tanah Sereal, Bapak Toharis. Kehadiran unsur pemerintah dan lembaga kemasyarakatan ini mempertegas bahwa pengelolaan lingkungan tidak dapat berjalan efektif tanpa keterlibatan langsung masyarakat sebagai aktor utama.
Sebagai tuan rumah, Ketua RW 08, Bapak Amir Hamzah Lubis, memimpin langsung jalannya kegiatan dengan dukungan penuh dari perangkat RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan FORWAT’S (Forum Warga Tanah Sereal). Kolaborasi lintas elemen ini menjadi cerminan kuatnya kohesi sosial di tengah masyarakat urban.
Dukungan teknis juga datang dari PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) Kelurahan Tanah Sereal atau yang dikenal sebagai Tim Oranye. Peran mereka dalam pengangkutan sampah, normalisasi saluran air, serta penataan fasilitas umum menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan efektif dan berdampak langsung.
Dalam keterangannya, Lurah Tanah Sereal, Bapak Tubagus Masarul Iman, menegaskan bahwa pendekatan partisipatif merupakan kunci dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan di wilayah perkotaan.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan aktif masyarakat adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Apa yang dilakukan warga RW 08 hari ini adalah contoh nyata yang patut menjadi inspirasi,” ujarnya.
Baca Juga : Silatuhrahmi Ketua RW.08 Tanah Sereal Bersama FORWAT’S Perkuat Sinergi Untuk Pelayanan Warga
Sementara itu, Ketua LMK Tanah Sereal, Bapak Toharis, menilai bahwa kerja bakti massal ini bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga investasi sosial yang memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga.
“Ini adalah bentuk nyata dari pembangunan berbasis masyarakat. Ketika warga terlibat langsung, maka rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh, dan itu menjadi kunci keberlanjutan,” ungkapnya.
Dari unsur masyarakat, Sekretaris Jenderal FORWAT’S, Ridwan Syafaat yang juga menjabat sebagai LMK RW.08, menegaskan bahwa FORWAT’S akan terus mengambil peran strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam berbagai isu sosial kemasyarakatan.
“Kami melihat bahwa kekuatan utama wilayah bukan hanya pada infrastrukturnya, tetapi pada soliditas warganya. FORWAT’S hadir untuk memastikan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong tetap hidup dan relevan di tengah dinamika perkotaan,” tegasnya.
Adapun kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan saluran air, pengangkutan sampah, pemangkasan vegetasi liar, serta penataan fasilitas umum. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan mencerminkan disiplin kolektif warga.
Menutup kegiatan, Ketua RW 08, Bapak Amir Hamzah Lubis, menyampaikan bahwa kerja bakti bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama sebagai satu komunitas.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai budaya, bukan sekadar agenda. Karena dari sinilah lahir lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga harmonis,” pungkasnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa di tengah kompleksitas kehidupan kota, gotong royong tetap menjadi kekuatan sosial yang relevan dan strategis. Ketika masyarakat dan pemerintah berjalan beriringan, maka tercipta fondasi kokoh bagi lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya tahan.
“Gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan solusi.”
Penulis : Redaksi FORWAT’S



0 Komentar